Kades Argomulyo Kabur Bawa Dana Desa Rp84 Juta, Warga Teriak Keadilan

Jelajahekspres.com,OKU Timur, Sumatera Selatan – Kepergian Kepala Desa Argomulyo, Kecamatan Belitang Jaya, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan, berinisial WJ, selama lebih dari tiga bulan tanpa kabar, memicu kegaduhan di tengah masyarakat.

Pasalnya, oknum kades tersebut diduga kuat membawa lari dana desa tahap pertama tahun 2026 yang bersumber dari APBN senilai sekitar Rp84 juta, usai dicairkan beberapa hari setelah Idul Fitri lalu, membuat seluruh rencana pembangunan di desa itu lumpuh total dan meninggalkan pertanyaan besar di benak warganya: di mana dan kapan ia akan mempertanggungjawabkan perbuatannya?

Peristiwa nahas ini pertama kali terendus ketika Bendahara Desa Argomulyo, Firda Efendi, menceritakan kronologi pencairan dana yang berujung petaka.

Ia menjelaskan, uang tersebut diambil bersama Kepala Desa WJ di Bank Sumsel Cabang Gumawang pada hari Jumat, sekitar tiga bulan silam.

Namun, sehari setelah pencairan atau tepatnya pada malam Senin, ia mendapat kabar bahwa sang kades telah pergi meninggalkan desa secara mendadak.

Sejak saat itu, hingga kini, tak satu pun warga atau perangkat desa yang mengetahui keberadaan dan rimbanya, membuat mereka gamang menjalankan roda pemerintahan desa.

Akibat dari ulah oknum kepala desa tersebut, seluruh kegiatan pembangunan fisik di Desa Argomulyo untuk tahap pertama tahun 2026 terpaksa dihentikan.

Baca juga:  Polsek Lubuk Raja Ikut Meriahkan Lomba Gaple Bersama Warga Sambut HUT RI ke-80

Salah satu proyek yang paling merasakan dampaknya adalah pembangunan jalan di Dusun atau Kampung 003 RT 001 yang terletak di perbatasan desa, kini terbengkalai dan tak tersentuh.

Masyarakat yang sehari-hari bergantung pada akses jalan tersebut pun gigit jari, sementara laporan mengenai hambatan ini telah dua kali disampaikan ke pihak kecamatan dan Polsek Belitang III untuk meminta kepastian hukum.

Firda Efendi dengan nada kecewa menegaskan bahwa pihaknya dan perangkat desa lainnya tak kuasa berbuat banyak untuk melanjutkan pembangunan karena seluruh dana tahap pertama telah dibawa kabur oleh kepala desa.

“Kami pun tak bisa berbuat apa-apa. Kalau pun ada masalah pribadi, hadapi dan cari solusi terbaik, jangan bawa-bawa nama desa dan masyarakatnya,” ujarnya getir saat ditemui di kediamannya pada Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Harapan besar kini ia tumpahkan agar Kades WJ segera sadar diri dan pulang untuk menyelesaikan tanggung jawabnya.

Senada dengan bendahara, sejumlah warga yang ditemui awak media juga membenarkan kepergian mendadak kepala desa mereka, dan dengan tegas meminta agar persoalan pribadi sang kades tidak menyeret nama baik seluruh masyarakat Argomulyo.

Baca juga:  TNI-Polri Perkuat Sinergi dengan Karya Bhakti Pembersihan Pasar di OKU, Raih Apresiasi Warga

Mereka bahkan menyatakan bahwa jika sang kades sudah tak sanggup lagi memimpin, sebaiknya ia membuat surat pengunduran diri agar ada titik terang dan pemerintahan desa bisa kembali berjalan.

“Kami sebagai warga tidak tahu-menahu permasalahannya, yang jelas kami dirugikan,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan identitasnya.

Sorotan tajam juga dilontarkan oleh salah satu anggota Linmas Desa yang meminta namanya dirahasiakan.

Ia mengungkapkan kekecewaannya karena selama kepemimpinan Kades WJ, insentif bagi petugas keamanan lingkungan setempat hanya diberikan satu kali sebesar Rp500 ribu, dan setelah itu tak pernah lagi.

Ironisnya, linmas yang memiliki tanggung jawab berat di desa justru merasa diabaikan, sementara kini mereka juga harus menanggung imbas keterhambatan pembangunan gara-gara dana desa dibawa kabur.

“Sangat jauh perbandingannya dengan kades yang dulu,” keluhnya.

Pemerintah desa dan masyarakat pun mendesak agar pihak Pemerintah Kabupaten OKU Timur dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan segera turun tangan memberikan tindakan tegas dan terukur.

Mereka tidak ingin kasus ini hanya menjadi catatan berlalu, melainkan harus ada keadilan hukum bagi oknum kades yang telah mencoreng kepercayaan publik.

Baca juga:  Hujan Deras Picu Luapan Sungai Muara Balak, 73 Rumah di OKU Timur Terendam Banjir

Masyarakat menginginkan agar proses hukum berjalan transparan, dan seluruh kerugian negara serta hak-hak perangkat desa dan warganya segera dipulihkan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai perkembangan penyelidikan dan status keberadaan WJ.

Namun, dengan bukti laporan dari perangkat desa dan kesaksian warga yang telah dikantongi polsek setempat, diharapkan aparat hukum segera melacak dan memburu oknum kades tersebut.

Warga Desa Argomulyo masih berharap ada keajaiban, bahwa suatu hari nanti WJ akan kembali dengan kesadaran sendiri, sebelum akhirnya harus berhadapan dengan jeratan hukum yang menantinya.(T.Hidayat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *