Dalam Duka, Kapolsek Belitang III Sapa Keluarga Korban Temu Mayat dengan Santunan

Martapura OKU Timur,Sumsel,JELAJAHEKSPRES.com
Sebagai wujud nyata bakti dan kepedulian di tengah masyarakat,jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Belitang III menunjukkan solidaritasnya dengan mendatangi langsung keluarga yang berduka. Kegiatan santunan ini digelar sebagai respon atas musibah ditemukannya mayat di irigasi Desa Nusa Maju, Kecamatan Belitang III, beberapa waktu lalu, yang telah meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban.

Pada Jumat,24 Oktober 2025, pukul 10.00 WIB, Kapolsek Belitang III IPTU SAPARIYANTO, S.H., memimpin langsung penyerahan santunan di kediaman duka keluarga. Kepemimpinan dan keteladanan Kapolsek ini turut diwarnai oleh kehadiran figur masyarakat setempat, yaitu Kepala Desa (Kades) Sribantolo, Sdr. Sujarwo, yang turut mendampingi sebagai bentuk kepedulian desa. Kehadiran Kades ini memperkuat sinergi antara Polri dengan pemerintahan desa dalam menangani permasalahan warga.

Kegiatan humanitarian ini tidak hanya dihadiri oleh pimpinan,melainkan juga diikuti secara penuh oleh segenap unsur pimpinan di Polsek Belitang III, mencerminkan kesolidan dan komitmen bersama. Hadir dalam kesempatan tersebut Kanit Binmas IPDA Yatemo, Kanit Intelkam Aiptu F. Silalahi, S.H., Kanit Provos Aipda Andreas Iswahyudi, S.E., Kanit Samapta Bripka Jefry Kurniawan, dan Brigpol Kiki Sofyan. Kehadiran seluruh jajaran ini menegaskan bahwa kepedulian sosial adalah tanggung jawab kolektif.

Baca juga:  Peresmian Sumur Bor di OKU Timur Wujud Nyata Polri Hadir untuk Air Bersih Warga

Santunan secara simbolis diserahkan kepada Sdr.Susilo, suami dari almarhumah korban temu mayat, yang tengah berduka. Bantuan yang diberikan bersifat multifungsi dan langsung memenuhi kebutuhan pokok, yang terdiri atas tiga bentuk utama: bantuan sejumlah uang tunai untuk kebutuhan mendesak, paket sembako untuk menopang ketahanan pangan keluarga, serta air minum dalam kemasan yang dapat langsung dikonsumsi. Hal ini menunjukkan pertimbangan yang matang terhadap kondisi keluarga.

Lebih dari sekadar bantuan materi,aksi sosial ini mengandung makna yang sangat dalam. IPTU Sapariyanto menegaskan bahwa pemberian santunan merupakan manifestasi dari nilai-nilai empati dan kepekaan sosial jajaran Polri. Santunan ini diharapkan tidak hanya meringankan beban ekonomi, tetapi juga menjadi penguat psikologis bagi keluarga, menunjukkan bahwa mereka tidak berjalan sendirian dalam menghadapi cobaan berat ini.

Baca juga:  Kontroversi Trondol: Mafia Kayu Muaro Jambi vs. Hukum

Dalam konteks budaya setempat,bantuan tersebut juga memiliki nilai strategis untuk mendukung aktivitas sosial-keagamaan keluarga. Adanya santunan diharapkan dapat memudahkan keluarga, khususnya Sdr. Susilo, dalam menggelar pengajian atau tahlilan bersama para tetangga dan kerabat. Aktivitas keagamaan ini merupakan bagian penting dari proses berduka dan mencari kekuatan spiritual di tengah masyarakat.

Seluruh rangkaian acara,mulai dari kedatangan rombongan, penyerahan santunan, hingga silaturahmi dengan keluarga, dilaporkan berjalan dengan sangat lancar dan khidmat. Cuaca cerah yang menyertai kegiatan pada pagi hari itu seakan turut mendukung suasana penuh keprihatinan sekaligus kehangatan. Kondisi yang kondusif ini memungkinkan terjalinnya komunikasi yang baik dan mendalam antara petugas dengan keluarga.

Kegiatan ini ditutup dengan harapan yang mendalam dari Kapolsek dan seluruh jajaran.Komitmen Polsek Belitang III untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam penegakan hukum tetapi juga dalam membangun empati dan solidaritas sosial, kembali diteguhkan. Melalui aksi-aksi nyata seperti ini, Polri bertekad untuk terus memupuk hubungan yang harmonis dan berbasis pada kepercayaan dengan seluruh lapisan masyarakat.(JE – T. HIDAYAT).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *