Polres OKU Timur Bentuk Tim Khusus Berburu Begal di Jalur Komering

MARTAPURA OKU TIMUR,SUMATERA SELATAN,Jelajahekspres.com
Kepolisian Resor OKU Timur secara resmi menyatakan perang terhadap aksi begal dan kejahatan jalanan dengan membentuk tim khusus pemburu begal.

Langkah tegas ini diambil sebagai respons atas meningkatnya keresahan masyarakat akibat tindak pidana curas (pencurian dengan kekerasan) di wilayah Bumi Sebiduk Sehaluan.

Tim khusus tersebut langsung diterjunkan untuk memburu para pelaku tanpa memberi mereka ruang gerak.

Pembentukan tim khusus ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Kapolda Sumsel yang meminta jajaran kepolisian bertindak cepat dan tegas terhadap pelaku kriminalitas jalanan.

Kapolres OKU Timur AKBP Adik Listiyono SIK MH menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentoleransi aksi begal di wilayah hukumnya.

Komitmen ini muncul untuk menghilangkan sepenuhnya aksi begal dan curas yang meresahkan warga.

Kapolres OKU Timur AKBP Adik Listiyono secara resmi mengumumkan pembentukan tim tersebut pada Rabu (27/5).

Baca juga:  Polsek Belitang III Bagikan 50 Paket Takjil, Wujud Kepedulian di Bulan Ramadhan

Dalam pernyataannya, ia memastikan bahwa tim pemburu begal sudah langsung bergerak melakukan perburuan di hari yang sama.

“Kita sudah berkomitmen untuk menghilangkan aksi begal maupun curas di OKU Timur. Hari ini tim pemburu begal langsung dibentuk,” tegas Kapolres.

Tak hanya membentuk tim khusus, Polres OKU Timur juga mengintensifkan kegiatan kring reserse hingga ke seluruh polsek jajaran.

Langkah ini dilakukan untuk memperkuat pengawasan dan menjaga situasi keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.

Seluruh personel diminta meningkatkan patroli dan memberikan respons cepat terhadap setiap laporan dari masyarakat.

Jalur Komering menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian khusus aparat kepolisian karena beberapa kasus kejahatan jalanan sebelumnya tercatat terjadi di kawasan tersebut.

Kapolres memastikan personel akan disebar di sejumlah titik rawan guna mempersempit ruang gerak pelaku begal.

Baca juga:  Walikota Pagaralam Buka Pemeriksaan Kesehatan Gratis di RS Besemah Peringati Hari Buruh

“Jalur Komering menjadi fokus pengamanan. Tim pemburu begal akan bergerak melakukan patroli dan penindakan di kawasan rawan,” jelasnya.

Polres OKU Timur juga mengoptimalkan layanan darurat Call Center 110 untuk memudahkan masyarakat melaporkan kejadian kriminal maupun meminta bantuan kepolisian.

Kapolres mengimbau warga tidak ragu menghubungi nomor tersebut kapan pun dan di mana pun.

“Masyarakat jangan ragu menghubungi 110 jika membutuhkan bantuan polisi. Di mana pun dan kapan pun akan kami respons secepat mungkin,” ujarnya.

Untuk memperkuat operasi pemberantasan begal, Polres OKU Timur menyiapkan sedikitnya 50 personel gabungan.

Mereka terdiri dari anggota Buser Satreskrim, Satintelkam, serta dukungan personel polsek jajaran.

Dengan kekuatan ini, diharapkan penindakan di lapangan berjalan lebih masif dan terkoordinasi, sehingga pelaku tidak lagi leluasa beraksi di ruas jalan rawan.

Baca juga:  Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

Kapolres juga memastikan bahwa tindakan tegas terukur akan diberikan kepada pelaku apabila mereka membahayakan keselamatan petugas maupun masyarakat saat proses penangkapan.

“Kalau pelaku melawan dan membahayakan petugas, tentu akan kami tindak tegas sesuai prosedur,” pungkas AKBP Adik Listiyono. Langkah ini menjadi peringatan keras sekaligus bentuk transparansi aparat dalam menjalankan operasi di lapangan.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *